Anjangsana Karya 2026
Anjangsana karya merupakan sebuah program
kerja dari bidang penelitian dan pengembangan HMPS IPII. Kegiatan ini diadakan
dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa mengenai
pengelolaan dan manajemen layanan yang ada di perpustakaan lain. Tahun ini,
Anjangsana Karya berfokus pada koleksi UNS, Monumen Pers Solo, Perpustakaan
Bank Indonesia dan juga Museum Radya Pustaka. Kegiatan ini telah berlangsung
pada hari Rabu dan Jum’at tanggal 15-17 Juli 2026 dengan tema “Aksara
Perjalanan: Menapak Jejak, Menjelajah Pengetahuan”.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa IPII
khususnya semester 4 yang berjumlah 89 peserta. Rangkaian perjalanan anjangsana
ini dimulai dengan mengunjungi Universitas Sebelas Maret di hari pertama,
Kegiatan kali ini diisi dengan pemaparan materi mengenai pengolahan
perpustakaan dan dilanjutkan dengan berkeliling perpustakaan untuk menyaksikan
secara langsung bagaimana layanan yang ada disajikan dan dimanfaatkan oleh
pemustaka. kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Monumen Pers Solo di hari
kedua.
Universitas Sebelas Maret memberi gambaran baru kepada peserta anjangsana mengenai manajemen perpustakaan dan inovasi yang telah ditetapkan di perpustakaan tersebut. Selain itu, peserta juga melakukan Library Tour yaitu berkeliling perpustakaan guna mengetahui layanan dan fasilitas apa saja yang disediakan di perpustakaan tersebut. Selain itu, peserta anjangsana juga berkesempatan untuk library tour.
Di Sakalasastra Perpustakaan Bank Indonesia
Solo, peserta disuguhkan inovasi baru berupa perpustakaan dengan konsep Open
Library. Meskipun perpustakaan ini hanya terdiri dari 1 lantai, tetapi layanan
yang disajikan begitu menarik dan memberi pengetahuan baru tentang konsep
perpustakaan yang mengikuti perubahan teknologi. Di perpustakaan ini, peserta
berkesempatan berkeliling dengan dipandu oleh brand ambassador Open Library
Perpustakaan Bank Indonesia Solo. Terobosan-terobosan baru yang disajikan di
Perpustakaan Bank Indonesia Solo dijabarkan dengan sangat baik.
Pada hari kedua, kegiatan anjangsana dilakukan
di Museum Radya Pustaka. Kali ini, kegiatan diawali dengan pengenalan Museum
Radya Pustaka dan koleksi Museum Radya Pustaka. Setelah itu, peserta juga
mendapatkan kesempatan untuk mengelilingi Museum Radya Pustaka dari depan
sampai belakang. Selain itu, peserta mendapat pengetahuan baru mengenai
berbagai koleksi yang dinaungi oleh Museum Radya Pustaka. Sebagaimana musium
lainnya, Museum Radya Pustaka berfokus pada pengelolaan koleksi untuk menunjang
relasi pada prasejarah.
Setelah mengunjungi perpustakaan-perpustakaan
tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa kondisi atau kebiasaan literat
masyarakat bertumpu pada perpustkaan. Masyarakat yang cerdas, hebat, dan kritis
dilahirkan dari perpustakaan-perpustakaan yang hebat pula. Selain itu, dengan
diadakannya kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami dan menerapkan
dengan baik terkait layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan tersebut dan
serta mengetahui barang peninggalan sejarah memberikan inovasi baru untuk
kemajuan perpustakaan di masa mendatang.
Comments
Post a Comment